Pastikan Kejelasan Anggaran, KONI dan PSSI Duduk Satu Meja

Inspirasicendekia.com, MALANG – Asosiasi Kabupaten (Asakab) PSSI Malang dan KONI Kabupaten Malang akhirnya duduk satu meja, Jumat (14/9). Diwakili sejumlah pengurusnya, PSSI meminta kejelasan anggaran yang tak kunjung diterimanya tahun ini.

Tampak hadir ketua umum Askab PSSI Kabupaten Malang Agusto Arie Frianto, sekum Askab Alex Widyo Nugroho. Sejumlah pengurus Exco PSSI juga turut mendampingi. Mereka ditemui pengurus harian KONI Kabupaten Malang di ruang meeting. Sementara, tidak tampak ketua harian Imam Zuhdi meski pengurus harian KONI terlihat lengkap.

Rapat dipimpin wakil ketua II Jamhuri dan sekretaris umum Teguh Prihanto. Rapat ini berjalan cukup lama, dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan baru berakhir pukul 18.15 WIB.

Ketua Askab PSSI Kabupaten Malang Agusto Arie Frianto menegaskan, titik temu hasil rapat sementara didapatkan klarifikasi dan penjelasan terkait mekanisme pengajuan anggaran. Menurutnya, PSSI masih harus melakukan sejumlah koreksi atas proposal yang sudah diajukan selama ini.

“Pada prinsipnya kami masih optimis (terkait anggaran PSSI). Dalam waktu dekat akan kami ajukan lagi permintaan anggaran dengan sejumlah koreksi item,, termasuk koreksi SK kepengurusan,” terang Agusto, Jumat (14/9) petang.

Sebelumnya PSSI memang bersikeras terkait anggaran yang tak kunjung didapatkannya. Padahal, proposal program dan anggaran sudah diajukan ke KONI. Metro FC yang bernaung di bawah PSSI juga sudah melakoni delapan kali pertandingan resmi Liga 3.

Agusto menambahkan, total anggaran sejumlah Rp 2,5 miliar diajukan dalam lima jenis proposal kegiatan yang berbeda-beda tahun ini. Termasuk, anggaran untuk Metro FC, kompetisi internal, dan liga futsal.

Jika dirinci, lanjutnya, persentase kebutuhan anggaran sejumlah Rp 2,5 miliar diperuntukkan sekitar Rp 1 miliar untuk kompetisi internal. Sekitar Rp 1 miliar juga dipersiapkan untuk Metro FC menghadapi laga berikutnya.

“Setengah miliar rupiah sisanya, untuk liga futsal dan sepak bola wanita,” imbuh pria yang juga ketua FKPPI Kabupaten Malang ini.

Sementara itu, pihak KONI sendiri telah menawarkan alternatif solusi kepada PSSI. Dikatakan wakil ketua II KONI Jamhuri, pihaknya menawarkan asistensi penyusunan proposal untuk PSSI.

“Nanti bersama-sama tim yang ditunjuk PSSI kami bantu biar tidak lagi ada kekeliruan dalam penyusunan kebutuhan anggaran,” kata Jamhuri.

Meski begitu, lanjutnya, KONI tetap akan berupaya obyektif dan memerlakukan secara sama seperti halnya untuk 45 cabor lain dalam penganggaran dan bantuan cabor. [min]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.