Narasi Film Harus Kuat Agar Film Mudah Diterima

Inspirasicendekia.com, MALANG – Merebut pasar dan hati penggemar film baru bukan perkara mudah. Agar diminati dan mendapatkan apresiasi, film harus banyak dinarasikan untuk dikenal publik.

Begitu pandangan Rendra Bagus Pamungkas, pemeran utama film WAGE, saat berbicara dalam seminar perfilman di Malvocs Creative School SMK Muhammadiyah 5 kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (12/12). Pria berkacamata yang memang mirip tokoh WR Supratman ini hadir dalam acara Kampanye Film Indonesia bersama pihak Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Melihat film Indonesia harus diawali melihat sinopsisnya, baru sebarkan dan meramaikan dengan komentar positif. Itu sebagai bentuk apresiasi terhadap karya film,” demikian Rendra.

Ia kemudian menyebutkan sudah 160 film diproduksi di Indonesia setahun terakhir. Namun,  apakah sudah semuanya ditonton?

“Masih ada kesenjangan antara kapitalisme pasar (distributor film) dan idealisme film maker. Keduanya belum ketemu,” tegas aktor yang sudah membintangi tiga judul film ini.

Bagi film baru dengan bintang yang kurang dikenal, menurut Rendra tantangannya cukup berat. Terlebih, lanjutnya, tren penikmat film Indonesia masih cenderung celebrity centris.

Narasi Film Harus Kuat Agar Film Mudah DiterimaFilm baru yang bisa merebut pasar, menurutnya bisa menjadi trending topic dan banyak ditonjolkan terlebih baru jauh sebelum film beredar. Dalam hal ini, membangun narasi film di tengah masyarakat harus kuat sehingga isi cerita film viral di medsos.

“Perlu ada duta-duta film Indonesia. Anak muda atau komunitas sangat penting perannya. Perlu sinergi dengan komunitas pembuat dan penyuka film dengan memanfaatkan jejaring sosial,” pungkasnya.  (rul)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.