Minati ‘ML’, Dua Siswi Madrasah Ini Dikarantina di Supercamp Kemenag

Inspirasicendekia.com, MALANG – Pernah dengar istilah Mobile Legend (ML)? Dampak aplikasi game online yang banyak digandrungi pengguna smartphone ini dianggap memiliki dampak luar biasa khususnya anak sekolah.

Potensi pengaruh permainan mobile legend terhadap kehidupan masyarakat pun memang tengah diteliti serius dua siswi MTsN 1 Gondanglegi Malang, Zahrotul Emilia dan Dinda Khoirun Nisa’. Dari ketertarikan pada ML ini, dua siswi yang masih duduk di kelas 8 inipun akhirnya berkesempatan mengikuti Madrasah Young Researchers Supercamp (Myres) 2018 yang diselenggarakan Kementerian Agama RI.

Nama Zuhrotul Emilia dan Dinda Khoirun N tercatat dalam daftar 50 peserta workshop road to Madrasah Young Researchers Supercamp Direktorat Pendidikan Islam Kemenag. Di acara yang digelar 29 Juli sampai 1 Agustus 2018 lalu ini, tim dari Jawa Timur sejumlah 15 peserta.

“Dua siswi kami tersebut masuk peserta workshop Myres di Kemenag mewakili Jatim untuk bidang penelitian sosiologi humaniora,” terang Suliadi, guru MTsN 1 Malang yang turut mendampingi anak didiknya, Sabtu (3/8).

Dikatakan, saat ini tengah proses mentoring atau pendampingan dan peserta harus melakukan penelitian sampai selesai. Hasil penelitian lalu dikirim dan diambil 6 tim finalis untuk presentasi pada ajang Kompetisi Sains Madrasah Nasional di Bengkulu, 24-29 September 2018 mendatang.

“Semua tim peserta akan bersaing ketat untuk bisa menjadi 6 besar finalis. Tidak ada kategori kelompok jenjang, jadi semua bersaing jadi satu, baik MTs atau MA,” katanya.

Selain bidang soshum, workshop penelitian bagi pelajar madrasah Indonesia ini juga mencakup bidang saintek dan keagamaan. Materi workshop yang diberikan adalah metodologi penelitian, penyusunan instrumen, serta mentoring dan klinik penelitian.

Karena itu, lanjut Suliadi, bimbingan akan dilaksanakan intensif. Laporan dibagi tiga kali pengiriman ke mentor, yakni awal (bab 1-3), data penelitian, dan laporan hasil setelah revisi mentor.

Tak tanggung-tanggung, tim mentor yang dilibatkan dari peneliti LIPI, dosen UIN Jakarta, UIN Semarang, UIN Surakarta, dan Badan Litbang Kemenag RI. [min]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.