Beranda INSPIRASI Martono ST, Guru Bertangan Dingin yang Angkat Sekolah dengan Ikon Robotik

Martono ST, Guru Bertangan Dingin yang Angkat Sekolah dengan Ikon Robotik

549
2
BERBAGI

BAGI pelajar kebanyakan, mengenal robotik bisa jadi sesuatu yang sangat sulit atau bahkan tidak mungkin. Namun, berkat tangan dingin dan kesabaran seorang Martono ST, guru produktif SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi, maka terlahir juga prestasi langka siswa di bidang mobile robotik.

Dengan suntikan Martono, bahkan terlahir ikon-ikon prestasi bidang robotik di sekolah swasta kecil sekali pun. Tercatat, tiga sekolah telah ditanganinya untuk pengembangan keterampilan robotik. Selain SMK Mutu, SD Muhammadiyah 1 Kesamben Blitar dan SD Muhammadiyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang telah terangkat pamornya melalui prestasi kontes robotik yang dibinanya.

Tahun 2016 lalu, SD Muhammadiyah Kesamben Blitar dan SD Muhammadiyah 1 Kepanjen sama-sama pernah meraih gold medal tingkat nasional. Bahkan SD Muhammadiyah Kesamben pernah sukses menggondol silver medal kontos robotik internasional.

“Tetapi, semua prestasi itu didapat karena memang peserta kompetisi robotik tersebut merupakan siswa-siswi hebat,” demikian Martono merendah, Selasa (31/10) sore.

Prestasi tim Robotik SMK Mutu Gondanglegi (M-Turbo) yang langsung dibinanya sehari-hari merupakan bukti keunggulan kompetensi robotik Martono. M-Turbo SMK Muhammadiyah 7 bersaing di ajang kontes robotik dunia Asia Young Robotic (AYRO), 20 November 2017 mendatang di Singapura. Ini setelah pada 29 Oktober 2017 lalu, tim ini sukses menyabet silver medal dalam ajang Kontes Robot Nusantara (KRON) 2017 yang digelar di Indonesia Convention Exchibilition.

Martono ST, Guru Bertangan Dingin yang Angkat Sekolah dengan Ikon RobotikDengan robot yang awalnya hanya ala kadarnya, lalu bisa didisain sedemikian rupa, hingga akhirnya menjadi juara tingkat internasional di Bandung dalam ajang IISRO. Sebelumnya, tim robotik binaannya mendapatkan juara umum III, lalu meraih tiket ke Malaysia di ajang World Youth Robotics Competition 2-5 Agustus 2017 lalu.

Tak tanggung-tanggung, setahun terakhir bertambah dua sekolah baru, yakni SMP Muhammadiyah 1 Blitar dan SD Kesamben 1, yang ditangani ekskul robotiknya oleh Martono. Bahkan dalam waktu dekat, akan bertambah sekolah lain yang harus dibinanya, yakni SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo dan SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen.

Dengan kesibukan ini, bisa dibilang kelahiran Sukoharjo Jawa Tengah, 20 pebruari 1976 ini adalah guru yang sangat berdedikasi. Di sela tugas mengajar dan menjadi waka kesiswaan SMK Mutu, Martono harus meluangkan waktu kosongnya untuk mengajari anak-anak menguasai robotik.

“Tiap hari Selasa saya gunakan di SDM Blitar dan SDM Kepanjen, karena di SMK Mutu libur. Jadi, seharian itu tetap saya manfaatkan berbagi ilmu di dua tempat. Selebihnya, Sabtu saya bisa sempatkan membina ekstra robotik di sekolah lainnya,” terang guru yang juga pelatih PSHT ini.

Lalu, bagaimana sulitnya melatih anak-anak robotik yang selama ini dianggap sangat sulit? Menurutnya, kemampuan mobile robot yang dijarkannya sementara ini hanya simulasi. Bagi siswa usia SD, katanya, robot cukup simpel, dan bagian terpenting dari mekanik dan sumber energi siswa sudah mengetahuinya. Penggerak dari kontrol analog juga sudah bisa dikuasai, bahkan anak didiknya ada yang bisa sampai memprogram mobile robotik.

“Sebenarnya menurut saya semua bisa saja, bahkan yang tidak tahu elektro sekalipun, sepanjang mau total belajar insya Allah bisa,” tegasnya.

Rupanya, dedikasi Martono membimbing peserta didik memiliki alasan tersendiri. Ia berprinsip, menginginkan anak-anak didik takut untuk berekspresi dan berprestasi seperti jamannya waktu sekolah. Dalam lomba, ia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapapun anak yang ingin berprestasi.

Sebagai pendidik, ia mengaku suka melihat anak-anak berprestasi, bahkan anak dari sekolah lain pasti akan dimotivasi agar menjadi generasi Indonesia yang hebat-hebat dan bertalenta. Karena itu, apapun bisa dilakoninya untuk menjadkan anak anak berprestasi.

Selain menjadi fasilitator workshop robotik, ia pernah membimbing dan mengantarkan siswa mengembangkan bisnis plan, presentasi speed English, KTI, dan pidato.

“Ya sekalian terjun mas, totalitas menjadikan anak berprestasi. Tanpa pamrih itu kata kuncinya,” pungkasnya. [min]

Yuk vote Pak Martono menjadi guru inspiratis dengan mengeklik gambar Pak Martono di bawah!

PILIHAN REDAKSI:
loading...

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here