Kongres Anak Serukan Anti Kekerasan dan Ekspoitasi

Gelaran Kongres Anak XIII yang dilangsungkan di Nawangsari Hall hotel Purnama Batu sudah berakhir, Jumat (7/8/2015) lalu. Kongres dengan peserta duta anak yang mewakili 28 provinsi se Indenesia ini akhirnya menghasilkan 11 (sebelas) rekomendasi penting.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berkesempatan menutup Kongres tersebut. Dalam sambutannya, Khofifah mengajak semua yang hadir belajar pada kematangan anak-anak dalam menghasilkan putusan-putusan kongresnya.

“Saya akan meneruskan rekomendasi yang dihasilkan oleh Kongres Anak XIII kepada Presiden Jokowi untuk kemudian ditindaklanjuti oleh masing-masing Kementrian dan Departemen terkait,” janji Mensos Khofifah.

Pada tengah-tengah pidato sambutannya, Khofifah Indar Parawansa mengundang semua perwakilan anak-anak dari masing-masing provinsi yang hadir untuk maju ke atas panggung. Dengan didampingi Ketua Komnas Perlindungan Anak Aries Merdeka Sirait, Mensos membagikan bendera Merah Putih satu persatu pada anak-anak yang berada di atas panggung. Dengan suara bergetar Khofifah menanyakan komitmen dan kesanggupan anak-anak untuk menjaga NKRI.

“Sanggup mengibarkan Merah Putih di wilayah masing-masing?” tanya Khofifah yang dijawab dengan serentak dan membahana di seluruh ruangan. Kemudian Khofifah mengajak semua untuk memeluk dan mencium bendera Merah Putih yang ada di tangan masing-masing. Sontak semua hanyut dalam emosi yang mengharukan. Beberapa anak-anak tampak menitikkan air mata. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Berkibarlah Benderaku secara spontan.

Mensos Khofifah

“Pesan Pak Presiden adalah, Jaga dan Bahagiakan anak Indonesia. Jaga anak-anak Indonesia dengan pemenuhan nutrisi, jangan ada lagi kekerasan, diskriminasi, ataupun eksploitasi. Bahagiakan anak dengan memenuhi semua haknya. Hak Pendidikan yang dijamin dengan Kartu Indonesia Pintar, hak kesehatan dengan Kartu Indonesia Sehat”, demikian Mensos disambut tepuk tangan gemuruh dari hadirin yang ada.

Punjul Santoso selaku wakil wali kota dalam sambutan penutupannya juga menegaskan, Kongres Anak XIII bisa momentum yang semakin mempertegas Batu sebagai Kota Ramah Anak. Ia berjanji penambahan ruang publik bagi anak-anak akan semakin ditingkatkan di Kota Batu baik dari sisi jumlah dan mutu permainannya. Wawali juga mengapresiasi peran besar Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu Dewanti Rumpoko yang memungkinkan acara ini terselenggara dengan luar biasa.

Apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota Batu sebagai pihak penyelenggra juga disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Batu Edi Cahyo Purnomo. Edi Cahyo mengaku bangga dengan melihat antusias dan sikap positif yang ditunjukkan anak-anak selama kongres. Acara kongres anak, katanya, bukan saja menjadi bentuk apresiasi pada pemenuhan hak partisipasi bagi anak. Lebih dari itu, bisa menjadi inspirasi dan bahan rujukan bagi pengambil keputusan.

“Sikap optimistis akan Indonesia Hebat akan bisa kita raih dengan terus merawat semangat anak-anak yang merupakan miniatur kepribadian bangsa Indonesia,” kata Edi Cahyo kepada Malang Pagi.

Sehari sebelumnya, Edi Cahyo terlihat emosional sehingga keluar ruangan sambil menangis pada saat menyaksiakan sidang Komisi. Edi menjelaskan bahwa ia tidak bisa menahan keharuan dan rasa bangganya kepada anak-anak Indonesia yang begitu matang dalam membahas setiap permasalahan dalam ada.

Kongres Anak Indonesia XIII menghasilkan 11 rekomendasi yang akan disampaikan kepada Presiden dan selanjutnya akan dibacakan Presiden pada perayaan Hari Anak Indonesia yang akan diselenggarakan pada 11 Agustus 2015 di Jakarta. Sebelas rekomendasi yang dihasilkan dari hasil sidang komisi lima bidang memberi dorongan kepada pemerintah untuk direalisasikan (lihat boks).

Selain menghasilkan 11 Rekomendasi, Konggres Anak XIII juga menghasilkan keputusan 10 Duta Anak Indonesia 2015 yang dipilih secara voting tertutup. Kesepuluh duta anak tersebut selanjutnya memegang peranan penting dalam mengusung dan mengawal segala isu yang berkaitan dengan anak di Indonesia. 10 Duta anak Indonesia tersebut meliputi; 1. Duta Bidang Pendidikan (Williem G Wondiwoy dari Propinsi Papua dan Bintang Perdana Putra/Propinsi Riau); 2. Duta Bidang Kesehatan (Desak Ayu Gangga Sitha Devi/Bali dan Wibowo Budi Prasetyo/Jawa Barat); 3. Duta Bidang Perlindungan Khusus (I Gede Putra Arnata/Bali dan Salva Cakra Pratama/Jawa Barat); 4. Duta Bidang Partisipasi (Farhan/Nusa Tenggara Barat dan Bayu Satria/Aceh); dan 5. Duta Bidang Jaringan dan Komunikasi (Icha Julianti/Bangka Belitung dan Siti Nur Dzakiyyatul Khasanah/Jawa Tengah). (min)

sidang komisi konggres

Sebelas Rekomendasi Kongres Anak XIII 2015

 

  1. Memutus mata rantai kekerasan terhadap anak serta menentang segala eksploitasi, penyiksaan, dan diskriminasi.
  2. Segera merealisasikan Instruksi Presiden No. 5 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual terhadap anak di seluruh Indonesia.
  3. Melaksanaan pemerataan partisipasi dan penyaluran aspirasi anak di seluruh Indonesia tanpa adanya diskriminasi.
  4. Tegas melindungi dan mensosialisasikan tentang media ramah anak serta peran masyarakat dalam pengawasan terhadap anak di setiap daerah.
  5. Memohon kepada pemerintah untuk menetapkan kurikulum pendidikan yang sesuai kebutuhan anak, khususnya di wilayah perbatasan
  6. Optimalisasi fasilitas pelayanan kesehatan termasuk peningkatan pengetahuan hak reproduksi anak dan remaja
  7. Pemerataan pembangunan infrastruktur media informasi dan telekomunikasi yang ramah anak.
  8. Upaya deteksi dini terhadap kekerasan anak dan rehabilitasi terhadap dampak kekerasan dengan membangun Rumah Perlindungan Sosial Anak.
  9. Tuntutan kepada orang tua dan keluarga untuk menjadi teladan dalam rangka mendukung gerakan Revolusi Mental.
  10. Meminta kepada Pemda Tingkat I dan II di seluruh Indonesia untuk mengeluarkan kebijakan daerah yang memperkuat hak partisipasi anak, dan
  11. Mendesak pemerintah untuk mempertegas regulasi terkait kontrol tembakau dan NAPZA demi generasi mendatang yang lebih baik. (*)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.