Hari-hari Pertama Sekolah, SMK Mutu Tanamkan Religi dan Disiplin

Inspirasicendekia.com, MALANG – Kemeriahan penyambutan siswa baru di hari pertama sekolah terlihat di SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi, Senin (16/7). Sekitar pukul 8.15 WIB, bersamaan dengan apel Masa Taaruf Siswa Baru (Mastasiba) 2018/2019 di lapangan kampus Titanium Building SMK ini, dilakukan pelepasan balon ke udara dibarengi dengan bunyi sirine panjang.

Pelepasan balon ini menandai resminya sejumlah 936 siswa baru yang telah mendaftar di SMK Rujukan Nasional ini. Usai apel pembukaan ini, selama dua hari full siswa baru digembleng karakter religius dan dan kedisiplinannya.

Dalam sambutannya sebagai pembina upacara, kepala SMK Muhammadiyah 7 H Fahri SAg MM menyatakan, sejumlah 936 siswa baru peserta Mastasiba merupakan jumlah siswa terbesar SMK se Kabupaten Malang. Menurutnya, itu menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap SMK Mutu sangat tinggi.

Dikatakan, siswa SMK Mutu tidak hanya dari wilayah Malang Raya, melainkan pula dari berbagai provinsi. Ada yang dari Papua, Sorong, NTB, Bengkulu, Kalimantan, dan daerah lain di Indonesia.

Hari-hari Pertama Sekolah, SMK Mutu Tanamkan Religi dan Disiplin

Fahri menegaskan, mengusung tema generasi millenia adalah generasi sukses, calon pengusaha muda dan calon pemimpin bangsa, SMK Mutu sudah menyiapkan 2 program unggulan untuk menyambut revolusi industri 4.0.

“Yang pertama ialah berkaitan dengan softskill. Siswa diajarkan nilai-nilai keagamaan (religius). Orang yang sukses adalah orang yang selalu berpegang teguh pada nilai-nilai agama seperti tepat waktu,” kata Fahri.

Tidak ada negara sukses, lanjutnya, yang mengabaikan karakter disiplin. Contoh negara Jepang, mengapa perusahaan mobil Daihatsu, Toyota, Honda masih bertahan sampai sekarang. Karena modal utamanya ialah disiplin.

Selama Mastasiba lima hari ini, pagi-pagi jam 6.00 WIB siswa baru diharuskan sudah datang ke sekolah. Aturan yang ditetapkan panitia Mastasiba (Masa ta’aruf siswa baru) ini tidak lain bertujuan untuk menanamkan nilai religius dan disiplin. Tak ayal, di lapangan kampus Titanium Building SMK Mutu selalu tampak pemandangan aktivitas sujud dan berdoa di waktu dluha.

Mungkin bagi siswa yang sudah terbiasa bangun pagi tak masalah, namun mereka yang belum terbiasa pasti mengalami kesulitan.

Sementara itu, Isa Ansori, waka humas SMK Muhammadiyah 7 mengatakan, membangun karakter kuat memang tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan, kesabaran dan ketekunan. Masih didapati beberapa siswa datang terlambat, baik putra maupun putri.

Dikatakan, membentuk karakter disiplin dan tepat waktu tidaklah mudah dipraktikkan.

“Tidak cukup hanya satu hari, satu pekan atau satu bulan. Bisa butuh berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Karakter atau kebiasaan itu akan tampak jika dilakukan secara kontinyu,” pungkasnya. [rul]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.