Beranda APRESIASI Dindik Apresiasi Kreasi dan Apreasi Seni-Budaya

Dindik Apresiasi Kreasi dan Apreasi Seni-Budaya

421
0
BERBAGI
Dindik Apresiasi Kreasi dan Apreasi Seni-Budaya

Pelataran ruang di dalam Pendopo Kantor Dinas Pendidikan di Jl Penarukan 1 Kepanjen yang terbatas, tak menjadi penghalang bagi setidaknya sepuluh penari pelajar yang kala itu tampil, Sabtu 27 Februari 2016 malam. Pentas terbuka yang terasa cukup dingin setelah beberapa jam sebelumnya menyapu wilayah Malang, tak menyurutkan semangat para penari muda ini memperagakan atraksi tari kreasi di hadapan segenap pengunjung acara Gelar Seni dan Budaya Dinas Pendidikan 2016 yang digelar seharian itu.

Dengan kostum kebaya sederhana, dipadu selendang warna kuning tua, para penyaji tari kreasi memperagakan tiap gerakan dan fragmen. Tak hanya menyuguhkan tari kreasi dan Barongan, mereka juga beraksi dalam iringan kolaborasi musik gamelan dan moderen, dengan selingan puisi teatrikal yang dibawakan pemeran lain.

Para penyaji ini adalah pegiat Teater Kelas pelajar SMAN 1 Pagak. Judul tari yang ditampilkan adalah Kreasi Seni Remaja untuk Bangsa. Kolaborasi tari dan musik, gamelan dan moderen, ini mengkisahkan tradisi Indonesia dengan banyak khazanah budaya.

“Suguhan ini adalah tari kreasi sendiri. Penggarapannya sekitar sebulan lamanya. Paling sulit adalah memadukan kekompakan gerakan,” terang Wahyu Subekti, pembina ekskul Teater Kelas SMAPa.

Sementara, tembang Manuk Dadali yang digubah sedemikian rupa menjadi pengiring tarian mereka. Menurut Wahyu, penggubahan lagu daerah ini menunjukkan, bahwa seni tradisional tetap bisa dikembangkan dengan sentuhan lebih moderen, sehingga bisa dinikmati seluruh kalangan.

Seni tradisional lain yang ditampilkan adalah Tari Derep, tari kreasi yang dibawakan dua siswa SMAN Dampit. Tarian ini dibawakan Safira Harum, siswi kelas XI IPA, dan Beatrix Rose, siswi kelas X IPA SMAN 1 Dampit.

Tarian ini menceritakan orang panen padi di sawah. Apalagi, Dampit merupakan daerah pertanian, yang subur dan kaya akan pertanian padi.

Layaknya orang desa yang sedang memanen, dua penari Tari Derep ini dilengkapi dengan ornamen padi yang baru dipanen dan penari memakai alat-alat pengering padi seperti tempeh.

Hari Subagya, guru pendamping siswi SMAN Dampit mengungkapkan, saat ajang FL2SN 2015 lalu, Tari Derep ini pernah mendapatkan juara 2 se Jawa Timur.

PILIHAN REDAKSI:
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here