Digitalisasi Konten dan Restorasi Film Lawas, Pusbangfilm Gelontor Miliaran

Inspirasicendekia.com – Kreativitas seni dan karya cipta film begitu tinggi nilainya. Film ‘hebat’ yang paling bagus di jamannya, kini masih bernilai miliaran rupiah agar bisa tetap dinikmati penikmat film. 

Selama tiga tahun terakhir, pihak Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) Sekretaris Jenderal Kemendikbud RI menggelontorkan dana miliaran untuk merestorasi film lawas. Film-film yang sudah diproduksi di Indonesia, oleh Pusbangfilm juga dikonversi ke dalam media digital. 

“Dalam kurun waktu tahun
2016 sampai 2018 ini, kami lakukan alih media atau digitalisasi konten film. Sampai saat ini jumlahnya sekitar 103 judul film lawas,” terang M Sangguprin dari Pusbangfilm Sekretaris Jenderal Kemendikbud RI, di sela Workshop Perfilman bagi Siswa di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Jumat (28/9) siang.

Dikatakan, karya film yang dialihmediakan diprioritaskan judul film jaman revolusi dan mengandung nilai sejarah dan budaya. Total jumlahnya lebih dari 300-an judul film. 

Sangguprin menyebutkan, banyak film yang direstorasi karena memang sudah tidak bagus kualitas gambar dan suaranya. Diantaranya, film berjudul ‘Pagar Kawat Berduri’ karya Asrul Sani dan ‘Bintang Kecil Film’ yang merupakan film anak Indonesia pertama karya alm. Wim Umbo. Dua film tersebut sama-sama pertama kali diproduksi pada tahun 1961. 

Ada juga film berjudul ‘Darah dan Doa’, film pertama yang dibiayai dan diproduksi sendiri di Indonesia.  

“Satu judul film membutuhkan biaya restorasi antara Rp 2,5 sampai 3 milyar. Film ‘Tiga Dara’ bahkan memakan sampai Rp 8 miliar, karena harus dibawa juga ke Bologna Italia dan akan diproduksi ulang sekuelnya,” demikian M. Sangguprin. [min]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.