Beranda HEADLINE NEWS Dewi Mora Rizkiana, STP; Kecintaan Dunia Anak Jadi Pendorong Memberi yang Terbaik

Dewi Mora Rizkiana, STP; Kecintaan Dunia Anak Jadi Pendorong Memberi yang Terbaik

233
2
BERBAGI
Dewi Mora

Tidak banyak orang yang memilih menjadi pendidik usia dini dan suka dengan dunia anak. Terlebih, terjun di lembaga pendidikan anak yang menuntut banyak kesabaran dan dedikasi dengan uang lelah yang tak seberapa.

Tidak demikian halnya bagi Dewi Mora Rizkiana STP (38), guru RA Baitul Mu’minin. Meski seorang lulusan sarjana teknik pertanian, ia tak canggung meneruskan langkah menjadi seorang pengabdi di lembaga pendidikan anak yang ada di Dusun Biru Desa Gunungrejo Singosari Malang ini.

Di mata Dewi Mora, keterbatasan akan ilmu pengetahuan tentang ke-PAUD-an bukan menjadi halangan. Sebaliknya justru menjadi motivasi tersendiri baginya untuk belajar, dan belajar dimulai dari para seniornya. Beruntung, para pendidik senior ini sangat suka berbagi ilmu dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Dewi untuk mengembangkan potensi dan kompetensinya.

Dewi Mora juga termasuk pendidik yang suka tantangan. Maka berbagai kompetisi diikutinya dan digunakan sebagai ajang mengasah diri. Dan qodarulloh, Allah SWT memberikan kesempatan baginya mengikuti ajang kompetisi nasional Kementerian Agama dan berhasil meraih juara II tingkat guru RA 2014 silam.

Kegemaran mengikuti lomba bercerita dan mendongeng membuatnya semakin membuat ia menyukai dunia anak. Singkat kata, berjumpalah ia dengan para master dongeng dan cerita tingkat nasional. Mereka yang sangat membumi dan senang berbagipun mengantarkan seorang Dewi Mora menjadi seorang pencerita muslimah.

Ya, mendongeng bagi Bunda Dewi berarti terus berusaha berbagi dengan anak untuk mengembangkan imajinasi mereka. Bagaimana tidak? Karena Cerita itu memiliki sebuah keasyikan sendiri yang dirangkum dalam slogan, “Dengarkan kata-kataku, bayangkan dalam benakmu!”

Dewi Mora meyakini, bahwa bercerita adalah senjata utama yang harus dimiliki semua orang, utamanya guru. Karena bercerita merupakan pola khusus untuk menyampaikan sebuah pesan kepada pendengar cerita.

“Melalui cerita, pendengar takkan merasa digurui, namun mereka dapat memetik nilai yang mereka serap. Dan cerita bergizi tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri,” kata ibu dua anak ini.

Meski sehari-hari hanya mendidik anak-anak, banyak pengalaman dan kesempatan dijalani dari keahliannya pada dunia anak dan parenting. Ia pernah menjadi narasumber acara ‘Pelatihan Bercerita dan Menulis Naskah’ bagi mahasiswa PGPAUD Universitas Jember. Dengan kemampunya, Kak Mora menjadi pengisi rutin acara “Radio Anak” di RRI PRO-1 91.5 FM bersama PPMI Malang Raya.

Tak berhenti di situ, ia sadar bahwa menanamkan pendidikan yang baik dan utuh pada anak-anak tidak semata peran guru. Melihat anak yang selalu membutuhkan perhatian khusus, maka pendidikan yang juga sangat penting untuk disentuh adalah pendidikan orangtuanya.

Mulailah Dewi Mora membuka class parenting bagi para walimurid di sekolahnya. Perlahan namun pasti pergeseran pemahaman orangtua di sekitar sekolah mulai tercerahkan. Ia pun rutin berkeliling menjadi fasilitator Class Parenting TK/RA di beberapa lembaga pendidikan.

“Bahkan, ada yang sengaja datang memberitahukan betapa class parenting membuat mereka berubah cara memandang anak mereka sebagai amanah dari Allah SWT,” demikian ia menirukan penuturan orangtua anak tersebut.

Ia mengaku merasa berhasil manakala dirinya mampu menyelesaikan tantangan yang ada untuk terus berusaha memberikan yang terbaik. Dewi Mora meyakini bahwa tugas mencetak generasi emas bangsa di masa depan adalah sebuah desain yang memerlukan kesabaran, keteguhan, dan keikhlasan untuk terus bergerak.

Apapun yang dilakukannya adalah satu bentuk kecintaan yang luar biasa bagi dunia pendidikan anak usia dini. Keinginan kuat dan apa yang dilakukannya untuk terus berusaha memberikan yang terbaik mampu menginspirasi rekan-rekan guru lainnya, sehingga mereka pun mengikuti jejaknya dengan menyelenggarakan kelas parenting di sekolah

Tak sekadar kemampuan verbal, Dewi Mora juga sangat piawai dalam menulis. Ia pernah meraih juara II Nasional lomba Menulis Essay “Mengenang Raden Saleh” 2012 silam. Pernah juga sebagai kontributor buku “Storycake For Amazing Mom!” yang diterbitkan Gramedia. Ia menulis dan menerbitkan juga Buku Kumpulan Naskah Cerita di RRI Volume 1 “Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia” bersama pegiat PPMI Malang Raya. [rul]

Yuk, vote Bu Dewi Mora Rizkiana untuk menjadi guru inspiratif versi Inspirasi Cendekia dengan memilihnya di polling di bawah.

PILIHAN REDAKSI:
loading...

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here