Bimtek Manajemen Keolahragaan, KONI Minta Pengurus Cabor Lebih Profesional

0 242

Inspirasicendekia.com, MALANG – Tata kelola keolahragaan di pengurusan cabor di bawah KONI Kabupaten Malang terus diperkuat. Seluruh pengkab memperoleh bimbingan teknis (bimtek) menajemen keolahragaan hari ini, Minggu (23/12).

Ketua Harian KONI Kabupaten Malang, H Imam Zuhdi mengatakan, bimtek manajemen keolahragaan ini diberikan kepada pengkab agar lebih profesinal dalam mengurusi cabor masing-masing.

“Setelah sosialisasi hukum dan workshop keolahragaan selama dua hari ini, kami berharap pengurus cabor lebih baik lagi dalam mengurusi dan mengelola cabor. Dampaknya, tentunya prestasi yang bisa dicapai atlet meningkat,” demikian Imam Zuhdi, di ruang rapat paripurna DPRD, Minggu (23/12) siang.

Apa yang masih perlu diperkuat kepada cabor? Imam menegaskan, dengan dimilikinya wawasan soal ketentuan hukum dan manajemen, maka pengkab cabor diharapkan tidak lagi melakukan kesalahan terutama terkait pertanggungjawaban kegiatan yang dilakukan.

“Teman-teman pengurus cabor harus bisa memahami tupoksinya, dan bisa mempertanggungjawabkan kegiatannya (yang sudah diberi bantuan). Apa yang dipikirkan (sudah direncanakan), itu yang harus dilakukan. Jangan sampai judul kegiatannya A, tapi LPJ-nya B, atau bahkan menjadi C,” beber pria yang juga enterpreneur ini.

Bimtek keolahragaan ini menghadirkan narasumber dari pihak Dispora Kabupaten Malang dan KONI Jawa Timur, yang dihadiri anggota Binpres KONI Jatim, Prof DR I Made Sriundy Mahardika MPd.

Apa saja yang disampaikan pada pengkab cabor untuk bisa menghasilkan prestasi olahraga? Dikatakan Prof Made Sriundy, tugas pokok pembinaan dan manajemen keolahragaan adalah berjenjang, sehingga tidak terjadi tumpang tindih.

Dikatakan, yang dipahamkan pada KONI Kabupaten/Kota adalah bahwa tanggung jawab dan tugas pokok (menyiapkan atlet) sesuai tingkatan masing-masing. Dan puncaknya, prestasi atlet adalah tujuan dan kepentingan bersama, mulai provinsi hingga tingkat dunia,.

“Jadi pembinaan atlet adalah berjenjang dan berkelanjutan. Ujung akhirnya, adalah bagaimana menciptakan atlet Indonesia yang bisa mengaibarkan Merah Putih di kejuaraan dunia” tegasnya. [min]

Dapatkan notifikasi berita terbaru langsung dari perangkat Anda. Subscribe sekarang!

Berita Terkait

Tinggalkan pesanan

Alamat email Anda tidak akan disebarkan.