Berliterasi bersama Prof Suyatno, Pelajar Inipun Jadi Mudah Menulis

www.inspirasicendekia.com, MALANG – Menghasilkan sebuah tulisan sederhana bukan lah suatu hal yang sulit. Dengan satu kata kunci saja, maka beberapa paragraf bisa dihasilkan dengan mudah. 

Setidaknya, itu yang dialami puluhan pelajar SMAN 1 Turen, Selasa (23/10). Selama beberapa waktu mengikuti acara workshop literasi yang dilangsungkan di aula SMAN setempat, tulisan bebas tentang pengalaman mereka pun bisa dibuat dengan mengalir begitu saja. 

Prof Dr Suyatno MPd, Guru Besar Satra Anak Universitas Surabaya, menjadi satu-satunya fasilitator kegiatan workshop literasi ini. Dengan pendekatan permainan, ia mengajak dan memandu semua peserta bisa praktik menulis menghasilkan tulisan tanpa terbebani.  

“Saya fasilitasi anak-anak langsung praktik menulis menggunakan metode hypnowriting. Mereka saya ajak bermain, namun secara tidak sadar sebenarnya sedang belajar menulis (pengalamannya),” jelas Prof Suyatno, beberapa saat usai workshop.

Menurutnya, metode ini sangat efektif, karena dalam waktu satu jam sambil bermain mereka digiring membuat tulisan. Tiap peserta akhirnya mampu menghasilkan satu judul dengan 22 tulisan paragraf tentang pengalamannya. 

Dikatakan, tulisan yang dihasilkan peserta workshop literasi jenisnya tulisan bebas dan kreatif. 

“Untuk menghasilkan tulisan bagi pemula lebih mudah menulis bebas dan kreatif. Setelah mahir, baru tulisan yang punya tujuan spesifik,” beber pria yang juga ketua Karang Pamitran Nasional 2018 ini. 

Salah satu peserta, Rifka Faizatul, mengaku cukup berkesan mengikuti workshop literasi dan belajar menulis secara langsung ini. 

“Acaranya (workshop literasi) seru banget. Kami dikasih satu kata kunci, dan diberi waktu untuk mengembangkannya menjadi paragraf,” demikian Rifka Faizatul, siswi kelas XI Bahasa ini. 

Dalam waktu 30 detik yang diberikan, kata Rifka, ia pun bisa mengumpulkan 25 kata, lalu menyusunnya menjadi sebuah tulisan paragraf. Dengan cara ini, lanjutnya, ia bisa memperkaya kosa kata, untuk dikembangkan menjadi paragraf. 

“Sampai waktu habis, saya hanya bisa hasilkan dua paragraf. Merangkai katanya jadi tulisan yang sulit. Ya,  karena harus benar-benar mengingat dan runtut sesuai yang dialami. 

Sementara itu, waka Kesiswaan SMAN 1 Turen Ngaripin mengatakan, kegiatan Bulan Bahasa in sengaja memasukkan acara bertema literasi. Menurutnya, ini karena masih kurangnya minat pada membaca, khususnya buku dan sejenisnya. [min]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.