Belum Sarjana, 400 Pendidik PAUD Ikuti Diklat Berjenjang

Inspirasicendekia.com, MALANG – Pendidikan dan pelatihan (diklat) berjenjang diikuti sekitar pendidik PAUD tahun ini. Tujuannya, untuk meningkatkan kompetensi mereka karena kualifikasi pendidik yang masih rendah.

Di Kabupaten Malang, kegiatan Diklat Guru Pendamping Muda harus diikuti sekitar 400 peserta. Diklat dibagi menjadi lima gelombang dengan pelaksana oleh lembaga penyelenggara pelatihan (LPP) yang berbeda-beda.

“Diklat Guru Pendamping Muda dilaksanakan dari program Bantuan Pemerintah (Bapem) Kemdikbud. Setiap LPP mengkover peserta 4 kecamatan sesuai kuota yang ditentukan,” terang Nurani, ketua LPP dari TK Pembina Kepanjen, Senin (13/8).

Dikatakan, dalam diklat berjenjang tingkat dasar ini diberikan 10 materi terkait penyelanggaraan PAUD dan satu kebijakan pemerintah. Diklat terdiri dari 48 jam pelajaran tatap muka dan 210 jam pelajaran mandiri.

“Setelah diklat sehari, dilanjutkan tugas mandiri dan Kegiatan Belajar Langsung sebagai praktik pembelajaran. Laporan tugas akhir harus dibuat setiap peserta untuk bisa diberikan sertifikat diklat,” imbuh Nurani.

Selain LPP TK Pembina Kepanjen, diklat yang sama digelar penyelenggara dari UPT SKB, TK Pembina Negeri Bululawang, dan TK Pembina Singosari. Bagi peserta pendidik kelompok bermain dilaksanakan TK Pembina Lawang.

Menurut Nurani, diklat berjenjang bagi pendidik PAUD semacam ini sebelumnya digelar secara mandiri. Diklat serupa pernah ada dari program Gerakan Sehat dan Cerdas (GSC) Kementerian Desa selama dua periode. 

“Data terakhir, sudah ada sekitar 800 pendidik yang sudah mengikuti diklat jenjang dasar. Tetapi, yang jenjang lanjutan atau mahir masih sangat sedikit. Salah satunya karena kendala biaya,” terang Bunda Nurani.

Terpisah, Suci Ratnasari, penilik pendamping dari Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Tirtoyudo mengungkapkan, rata-rata guru peserta diklat belum S1. Meski begitu, ia meyakini dalam dapodik, masih banyak guru dengan kualifikasi SMA/SMEA.

“Di Tirtoyudo, masih ada banyak pendidik lulusan SMP terutama di Kelompok Bermain. Jumlahnya sekitar 15 orang dari 119 pendidik di 71 lembaga yang ada. Bahkan, masih kami dapati guru pendamping lulusan SD,” terangnya. [min]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.