Apridhona Tito Minayugi, Pengalaman Kerelawanan Guru Honorer Ini Jadi Motivasi

Inspirasicendekia.com, BANYAK pengalaman memang sangat penting membentuk kepribadian dan kesuksesan seseorang. Aktif dalam kegiatan kerelawanan ini pula yang mengantarkan sosok Apridhona Tito Minuayugi (28), menjadi pendidik inspiratif bahkan dalam usianya yang terbilang masih muda.

Apridhona Minuyagi, SPd, hanyalah seorang guru tidak tetap atau honorer di sekolah pinggiran SDN Pandansari 02 Ngantang, Kabupaten Malang. Akan tetapi, mengabdi di wilayah pinggiran tidak menjadikannya guru yang pasif, apalagi rendah motivasi dan kurang optimisme dalam menjalani profesinya.

Apridhona mengajar mulai tahun 2008 silam. Honor pertama yang didapatkan kala itu hanya Rp 75 ribu perbulan. Tiga kali mengalami kenaikan, honorariumnya kini sebesar Rp 200 ribu perbulan. Meski berstatus GTT, kewajiban mengajarnya tetap mencapai 24-30 jam pelajaran sepekan.

Sukses Apridhona sebagai pendidik berprestasi mulai tampak begitu ia lulus kuliah dari jurusan S1 PGSD Universitas Terbuka (UT) dengan IPK 3,57 (Sangat Memuaskan). Dengan capaian IPK tinggi ini, ia bersama lima teman seangkatannya pun diundang untuk hadir langsung pada acara Wisuda di UT Pusat di Jakarta.

“Mengajar bukan lah semata tentang sesuatu yang dapat kita dapatkan, tetapi apa yang bisa kita lakukan, apa yg bs kita berikan. Bagi saya, hidup itu ‘Ngangsu Kawruh lan Mbagi Kawruh,” demikian guru ini berprinsip.

Apridhona Tito Minayugi, Pengalaman Kerelawanan Guru Honorer Ini Jadi MotivasiSiapa sangka, mencari biaya perkuliahan untuk tiap semesternya menjadi hal biasa yang dilakukan perempuan kelahiran Malang, 16 April ini. Tak cukup mengajar di SDN, ia tetap memberi les anak-anak keliling desa. Sampai-sampai, ini biasa dilakukannya dengan jalan kaki hingga jam 9 malam. Tak terkecuali, berjualan berbagai asesoris di kampus pun dijajakannya pada teman-teman kuliahnya.

Namun, kemampuan akademik dan wawasan Apridhona ditambah keterampilan komunikasi yang bagus menjadi modal tersendiri baginya. Menjadi fasilitator maupun instruktur selalu menjadi kesempatan yang didapatkannya. Diantaranya fasilitator BPS (Badan Pusat Statistik) Sensus 2015, PMI Kabupaten Malang, Pengurangan Resiko Bencana BNPB, dan fasilitator daerah Sekolah Sungai level II BPBD.

Sejak 2014 hingga kini, Apridhona menjadi Instruktur Nasional Kurikulum 2013. Sebagai pendidik profesional, kini ia sedang menyelesaikan program S2 di Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan MKPP (Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan).

Aktivitas sosial dan pengalaman kerelawanan memang dijalaninya sejak lama. Apridhona tercatat sebagai Komandan KSR Kecamatan Ngantang. Di tengah kesibukannya sebagai pendidik dan fasilitator, ia pun bergiat di dunia literasi dan menjadi inisiator sekaligus relawan Rumba Rimba (Rumah Baca Riang Gembira) di kampungnya, di Desa Pandansari Ngantang. [rul]

Vote Apridhona Tito Minayugi untuk menjadi guru inspiratif disini.

[socialpoll id=”2464702″]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

You might also like
3 Comments
  1. W. Santi STr. Keb says

    Maju terus dan semangat ibu guru …. Pejuang kesehatan anak sekolah juga.

    1. Redaksi says

      Sudah vote Bu W. Santi STr. Keb? Kalo belum monggo vote…

  2. regina aurora t.h says

    semangat dan sukses selalu

Leave A Reply

Your email address will not be published.