Antisipasi Cedera Atlet, KONI Edukasi Fisioterapi Pelatih dan Pengurus Cabor

0 219

Inspirasicendekia.com, MALANG – Cedera rawan terjadi dan kerap menghantui karir atlet. Namun begitu, resiko cedera bisa diantisipasi dan diminimalisir dengan pertolongan dan terapi fisik yang benar.

KONI Kota Malang berinisiatif memberikan pemahaman penanganan resiko cedera atlet ini, dalam acara Edukasi tentang Fisoterapi dan Pertolongan Pertama, Minggu (17/12). Edukasi ini diberikan kepada para pelatih dan pengurus cabor di bawah naungan KONI Kota Malang.

Wakil Ketua II KONI Kota Malang, Nugroho mengungkapkan, tujuan edukasi ini agar pelaku olahraga bisa mengantisipasi cedera selama bertanding atau latihan, dengan mengetahui hal-hal yang bisa menjadi penyebab atau cara pertolongannya. Salah satunya, dengan memahami teknik-teknik fisioterapi.

“(Dengan edukasi) terapi tahap awal ini, kami berharap jika terjadi sesuatu (cedera) dalam kegiatan olahraga, paling tidak cabor tahu penangkal dan solusinya. Karena sebagian besar olahraga adalah beresiko,” kata Yudo Nugroho, di Hotel the Balava Malang, Minggu (17/12) siang.

Wakil Ketua II KONI Kota Malang, Yudo Nugroho.

Menurutnya, potensi cedera sangat mungkin terjadi, terlebih dalam menjalani latihan tidak sesuai protap dan standar yang ada. Ini terutama pada cabor yang banyak gerak seperti beladiri atau atletik. Jika sudah mengalami cedera, lanjutnya, resiko dan pengaruhnya sangat besar bagi prestasi maupun karir atlet.

Yudo menambahkan, selain edukasi tentang fisioterapi, sebelumnya KONI Kota Malang juga memberikan edukasi tentang psikologi. Tujuannya, agar pelatih juga memahami aspek psikis yang bisa memotivasi mental tanding dan prestasi atlet.

“Suntikan psikologi untuk mengangkat mental tanding sangat penting, persentasenya bisa 60-70 persen mempengaruhi kemenangan,” imbuh pria ramah ini.

Bahkan, kata Yudo, bagi atlet pemula perlu diketahui psikologinya dan mental tandingnya. Terlebih, jika lawan yang dihadapi itu-itu saja dan pernah mengalahkannya, maka harus diperhatikan benar mental si atlet.

Acara edukasi fisioterapi ini menghadirkan fisioterapis Ahmad Abdullah dan akademisi Usman Wahyudi dari Fakuktas Ilmu Keolahragaan UM. Dalam edukasi ini, banyak diperagakan simulasi pertolongan pertama cedera. Seperti penanganan kasus kaki bengkak, kehilangan kesadaran atau pingsan, cedera engkel, atau kelelahan (overheat).

Ahmad Abdullah mengungkapkan, penanganan bergantung cedera yang dialami, ada lima jenis cedera dalam fisioterapi.

“Paling sering dialami atlet adalah cedera ringan dan sedang, sebabnya tergantung intensitas bertanding. Lama penanganan bisa cepat atau lebih dari tiga minggu untuk cedera akut,” jelasnya. [min]

Dapatkan notifikasi berita terbaru langsung dari perangkat Anda. Subscribe sekarang!

Berita Terkait

Tinggalkan pesanan

Alamat email Anda tidak akan disebarkan.